Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau



Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau ....
Sebuah judul postingan yang nggak kreatif banget ya hahaha... Judul ini aku pilih karena aku nggak tahu harus membuat judul apa untuk tema giveaway kali ini. Tema perantau yang di berikan mba mila, terlalu sulit bagiku karena banyak pengalaman dan kenangan selama merantau, ingin rasanya menceritakan semua pengalamanku selama di Bandung, selama 3 tahun hidup sendiri di kota orang tanpa mengenal siapapun disini, banyak rasa yang campur aduk selama ini, rasa senang, sedih, kesepian, kesusahan, rindu yang nggak bisa di ungkapkan satu-satu.

Sampai saat inipun aku masih merantau, jauh dari keluargaku di Medan, tekadku yang sangat besar untuk bersekolah di luar pulau Sumatra pun membawaku ke Bandung. Yah begitulah kata ayahku, aku harus keluar dari zona amanku untuk survive di kota lain bahkan kalau bisa di negeri orang. Hidup sendiri di kota orang rupanya membuat aku banyak belajar dan membentuk kepribadian yang lebih mantap. (Menurutku sih hehehe)

Aku memiliki perjalanan yang panjang selama di Bandung, banyak susah senang yang aku dapat, walaupun terkadang susahnya lebih banyak( hahaha ) but it's ok selama itu untuk membentuk kepribadianku yang lebih baik dan lebih dewasa dalam menghadapi dan memutuskan sesuatu . Selama merantau, aku terpaksa harus "mandiri", harus bisa apa-apa sendiri dari urusan kuliah, urusan makan, urusan kesehatan dan pastinya yang paling crucial yaitu urusan keuangan yang membuatku gila setiap akhir bulan memikirkan "jalan pintas" bagaimana aku bisa hidup dan makan dengan uang yang semakin menipis. (lebay ya? hahaha tetapi itulah sensasi dari seorang anak perantauan). Jika sudah begitu keadaannya, pasokan telur dan bumbu-bumbu makanan yang tersisa menjadi penyelamat di akhir bulan. Akhir bulan menjadi ajang  "ibu rumah tangga" yang sangat pintar mengolah makan agar enak di makan dan kenyang di perut atau menjadi seorang "kolektor" uang receh yang kalau di kumpulkan bisa di buat untuk membeli makanan selama 3-4 hari. (hahaha)

Makanan sehari-hari di akhir bulan

Telur goreng dengan kecap manis di akhir bulan

Sebenarnya uang yang dikirimkan oleh orangtua setiap bulannya sangat memadai,tetapi hal-hal yang tidak terduga lebih banyak dari yang diperkirakan, kalau minta lagi ke orangtua rasanya gimana gitu,masih banyak yang harus orangtua pikirkan dengan urusan lain yang menyangkut uang. Sebagai anak yang baik (gaya banget) aku harus bisa bertahan dengan kiriman orangtuaku itu, mencoba mengolah uang dengan baik dan berusaha menabung, walaupun pada akhirnya tabungan di rekeningku sampai sekarang nggak nambah-nambah.(hahaha) tapi itulah pelajaran berharga yang aku pelajari tiap bulannya dan belum lulus untuk lebih berhemat dengan uang yang dikirimkan. Manajemen keuanganku masih berantakan tetapi setidaknya tidak sampai harus berhutang di warung-warung sunda atau tegal di area kos-kosanku. (hehehe)

Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau...
Tidak hanya seputar keuangan saja yang menjadi pengalaman berharga bagiku, tapi juga kepedulian yang sangat besar terhadap sesama teman, apalagi teman seperantauan. Banyak suka duka yang aku bagi dengan mereka, mereka seperti keluargaku disini, rasa kebersamaan dan saling tolong menolong sesama anak perantauan membuat persahabatanku dengan mereka semakin erat. Di kala aku sakit, di kala aku kesusahan, di kala aku memiliki masalah, merekalah yang ada berdiri di sampingku menggantikan peran keluargaku disini. Siapa lagi yang bisa aku minta bantuan selain mereka, hanya mereka yang bisa membantuku di kota orang ini. Aku banyak belajar dari mereka, sesulit apapun keadaanku ternyata masih ada yang lebih sulit dariku. Banyak pengalaman bersama mereka. Belajar bersyukur di setiap waktunya juga aku dapatkan dari keadaan yang aku alami disini, Aku masih beruntung daripada mereka. Ya itulah inti kehidupan bagiku, selalu bersyukur dan niscaya kau akan merasa cukup. (^__^)

Teman, sahabat dan keluarga bagiku ATOM FAMILY

Anak Perantau dari Medan  
Keluarga Besarku di Bandung

Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau...
Walaupun aku anak perantau dengan duit pas-pasan, tidak menghalangi untuk berkeliling tempat yang aku suka, banyak tempat yang aku kunjungi selama merantau, banyak jalan yang bisa aku jelajahi untuk mengisi masa mudaku. Salah satunya mencari gratisan asal halal pun tak jadi masalah, kapan lagi merasakan semuanya secara gratis ketika traveling ke suatu tempat, atau gratisan mendapat makanan, atau lainnya. (Kelihatan banget ya anak kosannya hehhehe). Ya itulah sensasi menjadi seorang anak perantauan, banyak rasa banyak pengalaman lucu dan menarik yang bisa di dapatkan. 

Persiapan masak makan gratis di lab kampus

daging kurban dan bumbunya

Yah, sebenarnya masih banyak pengalaman selama merantau ini, cuma kayaknya nggak bakal habis kalau di ceritain disini, Intinya banyak pengalaman berharga yang aku dapatkan selama merantau, menjadi anak perantau yang kuat menahan rindu pada keluarga adalah satu hal terberat menurutku. Dikala kesepian atau sendirian pun aku sering menangis tapi itulah sensasi dari merantau. Aku ditempah dan dibentuk jadi pribadi yang mandiri dan kuat yang bisa berdiri sendiri di atas kakiku  tanpa bantuan siapapun. So, yang belum pernah merantau, coba deh merantau dan rasakan sensasinya. Okeh, kayaknya segitu aja yang bisa aku bagikan sebagai anak perantauan dan semoga bisa menginspirasi dan semoga bisa dapat buku "moga bunda di sayang Allah" atau "the railway children" (senggol mbak mila hehehe.... ).

oya sorry kepanjangan ya mbak,tapi nggak lebih dari 800 kata kok,cuma pas banget hahaha...




Sabtu, 09 Februari 2013

My Little Angel "Abin"



postingan kali ini cuma pengen berbagi cerita tentang keponakanku "Abin" yang masih berumur 1,5 tahun. Abin adalah anak pertama dari kakak perempuan yang paling tua di keluargaku. Berjenis kelamin laki-laki, putih dan botak. hehehe.... walaupun begitu,dia adalah sosok balita kecil yang menggemaskan dan sangat cerdas. Di usia nya yang masih sangat muda sekali,dia sudah bisa mengenal hampir seluruh benda yang ada di dekatnya dan memorynya sangatlah kuat. Itulah menurut penelitianku. (udah kayak professor aja ya suka meneliti hehehe).

Masih terekam jelas kelahiran angel kecilku ini 1,5 tahun yang lalu. Tepat 1 hari sebelum puasa ramadhan tiba, kakakku mengalami kontraksi hebat dimana usia kehamilannya belum genap 8 bulan. Perkiraan bahwa abin akan lahir setelah hari raya ternyata meleset. Sebenarnya kehamilan kakakku ini memang sudah tidak normal setelah memasuki bulan ke 4 karena menurut dokter yang memeriksanya air ketuban yang di hasilkan oleh kakakku sangat sedikit sekali jadi harus banyak-banyak minum. Namun sebenarnya kakakku sudah hampir muntah karena dalam 1 hari saja dia bisa menghabiskan 1 ceret yang berisi air, namun kondisi ketubannya tersebut tetap seperti itu. Sampai akhirnya 1 hari sebelum puasa ramadhan si bayi kecilpun ingin keluar dari perut ibunya.

Kelahiran angel kecilku ini sangat memprihatinkan. Bayangkan saja, ternyata kakakku mengalami keracunan kehamilan yang membuat ari-ari antara si ibu dan si bayi membusuk,sehingga pasokan makanan untuk si bayi selama ini tidak masuk sempurna,bahkan sangat sedikit. Abin di lahirkan dengan cara operasi karena kakakku mengalami keracunan stadium 2 dan tekanan darahnya sangat tinggi yang membahayakan proses melahirkan karena si ibu bisa saja tidak selamat. Akhirnya dengan persetujuan suami dan orang tuaku,operasi tetap di jalankan dengan resiko 40-60% yang dapat berdampak pada kakakku. Tapi akhirnya proses persalinan itu berhasil dengan baik dan keduanya selamat dengan kondisi yang cukup baik juga. 

Abin,keponakanku ini tepat lahir pada adzan maghrib di malam awal bulan ramdhan, sungguh luar biasa kekuatan keponakanku ini. Dia bisa bertahan di kandungan ibunya tanpa makan karena ari-arinya yang tidak normal, ketika lahirpun berat badannya hanya 1,7 kg dan sangat kecil namun suara tangisannya luar biasa kerasnya. 

abin umur 2 hari cuma bisa lihat dari kaca doang
abin umur 2 minggu, pesek ya idungnya haha...

Selama kakakku dalam masa penyembuhan, aku dan ibuku lah yang merawat abin, suami kakakku menjaga kakakku, ya jadilah aku ibu jadi-jadian selama 2 bulan karena waktu itu memang aku sedang liburan akhir semester sebelum balik lagi ke Bandung. Selama di Medan banyak cerita tentang angel kecilku ini. (Lama-lama jadi kangen sama abin) .


senyumnya senyum maut euy

pipinya montok kan? 

abin with ummi indah

Ketika aku pulang lagi ke Medan, abin udah jadi balita yang sehat dan lincah seperti balita-balita lainnya.  Malah kepekaannya dan responnya lebih cepat dari anak normal yang di lahirkan. Bahkan di umur 1 tahunpun dia sudah mengerti sopan santun yang di ajarkan orangtuanya. Mengerti melihat kondisi, walaupun tetap manja dengan orang-orang sekitarnya. 

Nah,sekarang abin udah jadi kakak, udah punya adek perempuan namanya fathyya umurnya baru 3 bulan tapi gendut banget. Abin udah kelihatan kayak abang-abang sekarang. Semoga nantinya bisa jadi penjaga buat adek fathyya ya.

Fathyya takut dekat-dekat abin,soalnya kakaknya suka gigit

pipinya tembem banget >.<

abin sayang adek,cuma rasa sayangnya sambil gigit idung adeknya -_-

jadi segitu aja deh dulu, kalau ada kesempatan pengen postingin keponakanku "Abdiel" . Ini postingan juga ajang karena kangen berat sama mereka. 

Salam cinta dan sayang buat abin, abdiel dan fathyya dari tante Anna, cepat gede yaaaaaa ...