Tampilkan postingan dengan label give away. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label give away. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau



Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau ....
Sebuah judul postingan yang nggak kreatif banget ya hahaha... Judul ini aku pilih karena aku nggak tahu harus membuat judul apa untuk tema giveaway kali ini. Tema perantau yang di berikan mba mila, terlalu sulit bagiku karena banyak pengalaman dan kenangan selama merantau, ingin rasanya menceritakan semua pengalamanku selama di Bandung, selama 3 tahun hidup sendiri di kota orang tanpa mengenal siapapun disini, banyak rasa yang campur aduk selama ini, rasa senang, sedih, kesepian, kesusahan, rindu yang nggak bisa di ungkapkan satu-satu.

Sampai saat inipun aku masih merantau, jauh dari keluargaku di Medan, tekadku yang sangat besar untuk bersekolah di luar pulau Sumatra pun membawaku ke Bandung. Yah begitulah kata ayahku, aku harus keluar dari zona amanku untuk survive di kota lain bahkan kalau bisa di negeri orang. Hidup sendiri di kota orang rupanya membuat aku banyak belajar dan membentuk kepribadian yang lebih mantap. (Menurutku sih hehehe)

Aku memiliki perjalanan yang panjang selama di Bandung, banyak susah senang yang aku dapat, walaupun terkadang susahnya lebih banyak( hahaha ) but it's ok selama itu untuk membentuk kepribadianku yang lebih baik dan lebih dewasa dalam menghadapi dan memutuskan sesuatu . Selama merantau, aku terpaksa harus "mandiri", harus bisa apa-apa sendiri dari urusan kuliah, urusan makan, urusan kesehatan dan pastinya yang paling crucial yaitu urusan keuangan yang membuatku gila setiap akhir bulan memikirkan "jalan pintas" bagaimana aku bisa hidup dan makan dengan uang yang semakin menipis. (lebay ya? hahaha tetapi itulah sensasi dari seorang anak perantauan). Jika sudah begitu keadaannya, pasokan telur dan bumbu-bumbu makanan yang tersisa menjadi penyelamat di akhir bulan. Akhir bulan menjadi ajang  "ibu rumah tangga" yang sangat pintar mengolah makan agar enak di makan dan kenyang di perut atau menjadi seorang "kolektor" uang receh yang kalau di kumpulkan bisa di buat untuk membeli makanan selama 3-4 hari. (hahaha)

Makanan sehari-hari di akhir bulan

Telur goreng dengan kecap manis di akhir bulan

Sebenarnya uang yang dikirimkan oleh orangtua setiap bulannya sangat memadai,tetapi hal-hal yang tidak terduga lebih banyak dari yang diperkirakan, kalau minta lagi ke orangtua rasanya gimana gitu,masih banyak yang harus orangtua pikirkan dengan urusan lain yang menyangkut uang. Sebagai anak yang baik (gaya banget) aku harus bisa bertahan dengan kiriman orangtuaku itu, mencoba mengolah uang dengan baik dan berusaha menabung, walaupun pada akhirnya tabungan di rekeningku sampai sekarang nggak nambah-nambah.(hahaha) tapi itulah pelajaran berharga yang aku pelajari tiap bulannya dan belum lulus untuk lebih berhemat dengan uang yang dikirimkan. Manajemen keuanganku masih berantakan tetapi setidaknya tidak sampai harus berhutang di warung-warung sunda atau tegal di area kos-kosanku. (hehehe)

Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau...
Tidak hanya seputar keuangan saja yang menjadi pengalaman berharga bagiku, tapi juga kepedulian yang sangat besar terhadap sesama teman, apalagi teman seperantauan. Banyak suka duka yang aku bagi dengan mereka, mereka seperti keluargaku disini, rasa kebersamaan dan saling tolong menolong sesama anak perantauan membuat persahabatanku dengan mereka semakin erat. Di kala aku sakit, di kala aku kesusahan, di kala aku memiliki masalah, merekalah yang ada berdiri di sampingku menggantikan peran keluargaku disini. Siapa lagi yang bisa aku minta bantuan selain mereka, hanya mereka yang bisa membantuku di kota orang ini. Aku banyak belajar dari mereka, sesulit apapun keadaanku ternyata masih ada yang lebih sulit dariku. Banyak pengalaman bersama mereka. Belajar bersyukur di setiap waktunya juga aku dapatkan dari keadaan yang aku alami disini, Aku masih beruntung daripada mereka. Ya itulah inti kehidupan bagiku, selalu bersyukur dan niscaya kau akan merasa cukup. (^__^)

Teman, sahabat dan keluarga bagiku ATOM FAMILY

Anak Perantau dari Medan  
Keluarga Besarku di Bandung

Inilah Diriku, Seorang Anak Perantau...
Walaupun aku anak perantau dengan duit pas-pasan, tidak menghalangi untuk berkeliling tempat yang aku suka, banyak tempat yang aku kunjungi selama merantau, banyak jalan yang bisa aku jelajahi untuk mengisi masa mudaku. Salah satunya mencari gratisan asal halal pun tak jadi masalah, kapan lagi merasakan semuanya secara gratis ketika traveling ke suatu tempat, atau gratisan mendapat makanan, atau lainnya. (Kelihatan banget ya anak kosannya hehhehe). Ya itulah sensasi menjadi seorang anak perantauan, banyak rasa banyak pengalaman lucu dan menarik yang bisa di dapatkan. 

Persiapan masak makan gratis di lab kampus

daging kurban dan bumbunya

Yah, sebenarnya masih banyak pengalaman selama merantau ini, cuma kayaknya nggak bakal habis kalau di ceritain disini, Intinya banyak pengalaman berharga yang aku dapatkan selama merantau, menjadi anak perantau yang kuat menahan rindu pada keluarga adalah satu hal terberat menurutku. Dikala kesepian atau sendirian pun aku sering menangis tapi itulah sensasi dari merantau. Aku ditempah dan dibentuk jadi pribadi yang mandiri dan kuat yang bisa berdiri sendiri di atas kakiku  tanpa bantuan siapapun. So, yang belum pernah merantau, coba deh merantau dan rasakan sensasinya. Okeh, kayaknya segitu aja yang bisa aku bagikan sebagai anak perantauan dan semoga bisa menginspirasi dan semoga bisa dapat buku "moga bunda di sayang Allah" atau "the railway children" (senggol mbak mila hehehe.... ).

oya sorry kepanjangan ya mbak,tapi nggak lebih dari 800 kata kok,cuma pas banget hahaha...




Sabtu, 09 Februari 2013

Kata-katanya yang Membuat Hatiku Kuat



"Kata-katanya yang membuatku kuat" postingan tentang kenanganku di waktu SMK. Kenanganku yang menjadi sebuah memori yang paling kuat dan selalu melekat di pikiran dan hatiku selama  ini. Karena kenangan itulah yang menuntunku untuk berusaha memberikan yang terbaik untuk membahagiakan "mereka". Ya mereka adalah orangtuaku, ayah dan ibu yang selalu ku banggakan dan seperti mereka, aku juga ingin menjadi anak yang bisa mereka banggakan.

Kenangan itu terjadi ketika aku masih berada di kelas 1 SMK, kurang lebih 6 tahun yang lalu. Di saat itu adalah masa-masa dimana ujian semester akan di mulai, masih teringat jelas hari itu adalah hari sabtu, dan karena akan di adakan ujian di hari seninnya maka pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan siswanya lebih cepat. Oh ya, walaupun aku masih SMK tetapi aku tidak tinggal bersama orang tuaku lagi, ini karena jarak antara rumah dan sekolahku sangat jauh dan akhirnya aku memutuskan untuk menyewa sebuah kamar yang tidak jauh dari sekolahku. 

oke lanjut...

Sesampainya di kosan, tiba-tiba aku ingin pulang ke rumah dan memanfaatkan liburan 2 hari ini di rumah, tidak tahu kenapa ada dorongan yang begitu kuat untuk cepat-cepat pulang ke rumah. Akhirnya ku putuskan untuk pulang ke rumah pada saat itu juga, ku kemas seragam sekolahku untuk hari senin dan buku-buku pelajaranku. Sesampainya di rumah, keadaan begitu sepi karena ibu,ayah,kakakku sedang bekerja dan kuliah, akhirnya di siang itu aku coba untuk tidur sambil menunggu kepulangan ayahku. Nggak tahu kenapa, aku begitu menunggu kepulangan ayahku, hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 4 sore, masih belum ada yang pulang ke rumah,sampai akhirnya suara bell pintu terdengar. Ku buka pintu dan ku lihat seorang bapak-bapak membawa tas, sepatu, dan kantongan plastik hitam besar. Sang bapak datang dan memberikan itu kepadaku dan mengatakan "bapak baik-baik saja kok nak". Lalu dia pun pergi. Di saat itu aku heran ada apa ini? aku bertanya-tanya sambil membuka plastik hitam yang berisi baju kerja ayahku yang sudah robek di sana sini. Akhirnya dengan berjuta ribu pertanyaan aku menelpon ayahku, dan ternyata yang mengangkat telpon itu adalah ibuku dengan suaranya yang begitu serak seperti menahan tangisan. Aku tanyakan ada apa dan menanyakan di mana ayahku, dan ibuku menjawab "datanglah kesini,ayah sedang koma sekarang". Di saat itu aku hanya bisa diam dan nggak bisa memikirkan apa-apa. Aku hanya bisa menangis di rumah yang begitu sepi tanpa penghuni. Tangisanku makin menjadi-jadi membayangkan hal yang paling buruk yang mungkin terjadi pada ayahku. Ya Allah, Aku belum siap kehilangan ayahku, itulah pikiranku saat itu.

Sesampainya disana,aku melihat ibuku masih terduduk lemas bersama staff ayahku yang menjaga ibuku, ku lihat matanya yang begitu lembab, dan air mata yang tak kunjung habis mengalir dari pipinya yang mulai menua. Ku peluk ibuku, dan menanyakan bagaimana kabar ayahku. Kau tahu sobat apa yang pertama kali ibuku tanyakan padaku di saat seperti itu?

" Kamu sudah makan put?"
" Kenapa pulang ke rumah?"

Dua kalimat yang membuat aku makin menangis dan tersentuh dengan pertanyaannya. Bagaimana aku tidak menangis,di saat yang bersamaan ibuku masih sempat memikirkan dan mengkhawatirkan keadaanku di saat ayahku masih KOMA. Akhirnya aku,kakakku,dan ibuku menunggu sampai ayahku sadar. Di saat ayahku sadar, ku hampiri dia dan memeluknya dengan kuat. Ku lihat alat-alat menghiasi badan dan tangannya. Pilu rasa hatiku melihatnya. Tiba-tiba ayahku berbicara dengan mata yang masih tertutup. Dan kau tahu sobat apa yang pertama kali dia pikirkan dan tanyakan padaku di saat itu? dia mengatakan 

"Bagaimana Ujiannya? "

"Belajar yang rajin ya, jangan pikirkan ayah seperti ini, fokus saja sama ujiannya, doa ayah selalu ada untukmu put"

Kau tahu sobat,bagaimana perasaanku saat itu? sungguh itu adalah kata-kata yang membuatku paling terharu dan membuatku semakin kuat sampai saat ini. Di saat dia berjuang melawan penyakitnya, di saat dia terbaring lemah di ruang ICCU, di saat dia menahan sakit yang dia rasakan, dia masih sempat mendoakanku dan mengkhawatirkanku. Aku nggak bisa mengungkapkan bagaimana perasaanku sampai saat ini. Itu adalah kalimat sederhana yang tulus namun selalu aku bingkai dalam hatiku untuk menjadi anak yang bisa mereka banggakan dengan belajar rajin dan selalu berusaha keras karena aku punya "doa" dari orang yang benar-benar menyayangiku. Nasihat yang membawaku untuk memberikan yang terbaik kepada orang tuaku selama mereka masih ada di dunia ini. Nasihat yang sederhana namun membuktikan seberapa BESAR CINTAnya kepadaku. Dan di saat itupun aku berjanji dengan nasihat sederhana itu, menjadi anak yang harus bisa membanggakan orang tua dan menunjukkan bahwa cinta mereka kepadaku adalah kekuatan terbesar dalam aku menggapai cita-citaku dan masalah yang ku hadapi.

Ruang kateterisasi untuk memasukkan alat ke jantung ayahku

My dad, My big inspiration

Setiap hari ku panjatkan doa untuknya, untuk kesembuhannya, karena janjiku kepada ayahku untuk belajar yang rajin, aku ingin membuktikan itu kepadanya. Ketika sakitpun, aku tetap belajar di ruang tunggu ICCU bersama ibu dan kakakku, sehabis ujian aku selalu langsung pulang ke rumah walaupun jarak yang begitu jauh dari sekolah dan rumah, mempersiapkan bekal dan baju untuk ibuku yang selalu setia menjaga ayahku, lalu pergi ke rumah sakit dan mulai belajar kembali di koridor-koridor rumah sakit sambil menjaga ibuku  juga yang kondisinya tidak sehat karena selalu menjaga ayahku. Tak jarang aku pun menginap di rumah sakit dan berangkat sekolah dari rumah sakit, mandi dan makan di rumah sakit, yah begitulah hari-hari yang ku jalankan selama ayahku sakit. Selama hampir setengah tahun keluar masuk rumah sakit, aku sudah terbiasa dengan lingkungan rumah sakit, terbiasa  dengan hari yang melelahkan dan terbiasa untuk bekerja keras dan belajar keras dimanapun tempatnya.

My mom, My angel

My dad and my sister

Sampai akhirnya, ketika aku lulus sekolah dan melanjutkan untuk kuliahpun, aku masih dan membawa kata-kata itu di hatiku.  Cinta merekalah yang membawaku bisa berkuliah di Bandung sampai saat ini dan cinta merekalah yang membuatku bisa bertualang di pulau orang ini. Satu kalimat yang selalu ku bawa sampai saat ini 

" Jangan khawatir,doa-doa orang terkasihmu selalu ada mengiringi setiap langkahmu,karena doa itulah yang menguatkan hatimu untuk terus melangkah". 

Jadi yang harus kamu lakukan adalah berusaha keras menjadikan keinginan mereka kepadamu menjadi kenyataan, itulah kekuatan yang di tanamkan oleh ayahku sampai saat ini. 




okeh,maaf akhirnya malah curhat ya ... ^__^
sekalian ikut meramaikan Giveawaynya Mba Della

Postingan ini di ikutsertakan pada Giveaway Perdana DELLAFIRAYAMA ,seorang ibu labil yang tidak suka warna HIJAU dan HITAM




Jumat, 08 Februari 2013

Pengen Punya Sandal Jepang Tapi Gratis



hai, semuanya...
Postingan kali ini sebenarnya merupakan postingan cara aku membujuk dan meyakinkan mbak tutut agar aku bisa menang dapetin sandal jepang. Kebetulan banget ukuran kaki aku 37 dan bakal unyuk kalau hadiah sandal jepang itu di pakaikan di kaki cantikku. (lebay ya >.< )

Dengan semangat 45 aku tuliskan postingan ini hanya buat mbak tutut (hahaha). Jujur saja aku tertarik mengikuti lomba ini karena aku benar-benar terobsesi dengan negara jepang, sampai-sampai cita-cita terbesarku adalah bisa melanjutkan kuliah ke Jepang di tahun ini juga. Kalau misalnya aku bisa lulus melanjutkan kuliah ke Jepang tahun ini, kan lumayan tuh udah punya sandal jepang yang bisa di pakai buat mondar mandir di kosan. Bener nggak mbak??dapat pahala juga loh,kan niatnya membantu mujahidah yang kuliah di luar negeri nantinya.. hehe... 


Nah faktor lain kenapa pengen banget punya sandal jepang ya karena GRATIS, hehehe...
Sebagai anak perantauan yang harus berusaha hidup mandiri,hemat, dan penuh semangat, aku harus benar-benar mengirit keuangan sebaik mungkin. Dengan bertitle "anak kos-kosan" yang suka GRATISAN berharap bisa dapat sandal jepang yang gratisan juga dari giveaway ini. hahaha... 

oya, karena hadiahnya boleh milih maksimal 2 benda, aku pilih gantungan kunci/HP  mbak ^_^
alasannya juga simple abis sih, karena kelihatan unyuk dan pengen ganti gantungan kunci kamar kos yang udah kucel dan kotor dan belum dapat hadiah terima kasih gantungan kunci dari pesta-pesta pernikahan #gubrak #lebay 

ini saya kasih tunjuk gantungan kunci yang setia menemaniku dan sepertinya sudah butuh pensiun, warna kuning yang sudah berubah kucel hehe...



kayaknya segitu aja mbak tutut alasan aku milih kedua benda tersebut, di pikirin baik-baik ya mbak biar aku yang menang haha... wish me luck ^__^



yang mau ikutan juga, klik banner di atas ini aja ya..

Kamis, 10 Januari 2013

Giveaway senangnya hatiku : Bersama Anak-anak TPA


Senangnya hatiku bersama anak-anak TPA adalah sebuah cerita yang sangat manis buat saya secara pribadi untuk mengenang masa-masa indah saya bersama anak-anak TPA. Anak-anak TPA itu begitu imut , lugu dan menyenangkan. Deskripsi sebuah cerita antara aku, adik-adikku dan anak-anak TPA . 

Sebagai seorang mahasiswi, saya sangat paham bagaimana keadaan kampus saya. Tidak hanya itu,saya juga paham bagaimana keadaan masyarakat sekitar kampus yang notabene adalah masyarakat yang masih memiliki kehidupan dengan tanda kutip di bawah kata "cukup". Ekonomi yang pas-pasan membuat mereka harus berpikir keras dan bekerja keras untuk menghidup keluarga mereka.Walaupun begitu diantara ketidakberdayaan dan kerapuhan yang mereka miliki, ternyata masih ada segelintir harapan mereka untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak mereka. Harapan yang begitu sederhana namun sangat "menyakitkan" untuk saya dengar.

Senangnya hatiku bersama anak-anak TPA adalah sebuah cerita yang saya angkat dari sebuah program matakuliah agama islam dimana saya bertindak sebagai salah satu asisten untuk mengajarkan tentang agama kepada mahasiswa baru di kampus. Dimana pada akhir semester akan di adakan sebuah program dari setiap kelompok untuk membuat suatu kegiatan yang bernama "Shining Team" . Akhir kata kelompok team yang saya bimbing memutuskan untuk mengajar TPA di salah satu daerah yang sangat dekat dengan kampus. 

TPA Mesjid Persis, ya itulah nama TPA yang kami kunjungi. TPA yang didirikan oleh salah satu ormawa ekternal di kampusku. TPA yang harus di lewati dari lorong ke lorong, TPA yang hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki. Bersama adik-adik bimbinganku yang begitu bersemangat akhirnya kamipun berangkat kesana. Namun hari yang begitu buruk, hujan yang begitu deras membuat kami harus menunggu sedikit lebih lama untuk sampai di mesjid tersebut. Pada saat itu kami sangat cemas, kami takut adik-adik TPA tidak akan datang karena hujan yang begitu deras. Namun dugaan kami salah, walaupun hujan yang begitu deras, api semangat anak-anak TPA tersebut tidak padam, malah semakin berkobar-kobar. Sungguh saya sangat terharu dengan semangat adik-adik kecilku itu. Tersirat senyum dan raut muka yang benar-benar ingin belajar, membuat perasaanku semakin campur aduk antara senang melihat semangat mereka untuk belajar dan sedih melihat nasib mereka yang tidak seberuntung diriku.

anak bersemangat
Farisah bersama salah satu anak TPA


mengajar TPA
Mereka tetap fokus belajar



okeh, lanjut...

anak-anak TPA
Bercerita tentang kisah-kisah Nabi
Kegiatan mengajar pun dimulai, dari membaca iqro' , menghafal juz 30, dan berbahasa arab yang di ajarkan oleh adik-adik bimbinganku. Sungguh aku begitu senang dengan adik-adik bimbinganku yang begitu bersemangat mengajarkan adik-adik TPA untuk mengaji. Raut wajah mereka sangat bahagia, sampai di dalam hatiku berkata , Ya Allah dengan berbagi sedikit kebahagian ini saja mereka sudah sangat senang dan selalu bersyukur pada-Mu, lantas bagaimana aku yang masih sering menggerutu dengan nasibku yang sangat mapan ini.. Sungguh banyak pelajaran yang saya dapat saat melakukan kegiatan ini. 



TPA
Anak-anak berlomba-lomba menjawab pertanyaan
Banyak hal yang kami lakukan selama 3 jam itu,sampai-sampai adik-adik TPA tak mau  pulang ke rumahnya karena ingin tetap bermain dan belajar bersama kami. Sebelum pulang, kami memberikan kado-kado kecil untuk mereka yang di terima oleh mereka dengan senyum yang begitu indah. Senangnya hatiku melihat senyum mereka itu. Banyak pelajaran yang saya ambil dari kegiatan ini, pelajaran betapa beruntungnya aku, pelajaran bagaimana seharusnya aku bersyukur, semangat yang mereka tularkan padaku, dan pelajaran indahnya berbagi. Hari yang begitu menyenangkan, dan doaku padamu adik-adik kecilku, semoga cita-citamu tercapai seperti yang kau impikan selama ini, semoga semangatmu akan terus mengalir hingga kau dewasa nanti ..amin... amin ya Rabb .. 

sebuah video AT-18 "sebiru hari ini - edcoustic"




blog kontes



Minggu, 06 Januari 2013

Review Blog : Cinta di Atas Pilar Takwa



Sebuah kata yang membuat saya akhirnya berpikir lebih dalam tentang "Cinta dan Takwa" . Kata ini tiba-tiba ada di benak saya setelah membaca sebuah postingan yang di buat oleh Mbak Idah Ceris yang berjudul 
" Ketika orang yang kita cintai tidak bisa kita miliki? "

Judul yang membuat saya ingin lebih tahu isi dari postingan tersebut. Judul yang siapa saja pasti tergerak hatinya untuk membaca karena ada kata cinta di dalamnya. Kata "cinta " memang sudah menjadi makanan buat kita sehari-hari. Kata cinta sendiri memiliki arti yang begitu dalam bagi setiap orang. Dan tanpa cinta, hidup pasti bagaikan air tawar . Ya begitulah saya mendeskripsikan sebuah cinta. Namun bukan hal itu yang akan saya bahas kali ini melainkan me-review sebuah postingan yang menggelitik pikiran dan hati saya lebih dalam.

Postingan yang di buat oleh Mbak Idah sungguh meng-ilhami dan membuka pemikiran saya yang lebih jauh bahwa cinta itu titik dari segalanya. Bukan cinta kepada kekasih saja tetapi pada semua aspek, pada semua sisi kehidupan. Memang sedikit lari dari review postingan mbak Idah, namun karena postingan mbak Idah lah saya baru sadar cinta itu berdampak pada semua aspek. 

Okeh lanjut, pada postingan paragraph pertama saja, saya sudah kagum dengan kata-katanya
"Kerja cinta memang mengikat. Mengikat antara dua insan sehingga menjadi sepasang kekasih, mengikat dua insan sehingga menjadi saudara, mengikat dua insan sehingga menjadi sahabat" 
Ya kerja cinta memang seperti itu, sifat cinta yang memberikan warna kehidupan, sifat cinta yang selalu mengikat dari hati ke hati yang lain. Namun timbul pertanyaaan baru, seberapa lama cinta itu bisa mengikat hati kita?? seberapa kuat cinta itu dapat kita pegang?? karena hanya berbekal cinta saja sepertinya kurang, sepertinya harus ada  "Formalin" agar cinta itu abadi di dunia maupun akhirat. 


" Akan tetapi, meskipun mereka di dunia memiliki kualitas cinta yang luar biasa, ternyata itu tidak cukup untuk membuat mereka bisa bersanding di surga. Tentu ada kekuatan lain, selain cinta, yang bisa menyatukan kita dengan pasangan kita kelak di Surga.  Appa kekuatan itu??" 
Nah lalu apa kekuatan itu?? dari kata-kata ini saya semakin penasaran apa yang bisa melebihi pengikat hati selain "cinta" ??  kemudian saya mendapat jawabannya 

"Allah mengatakan, “kecuali orang-orang yang bertakwa.” Artinya, orang-orang yang bertakwa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan estafet cintanya sampai kelak di Surga. Pasangan Suami-Istri yang bertakwa kelak akan terus memadu cinta sampai ke Surga"

Ternyata sebuah ketakwaan lah yang bisa membuat kita bisa tetap merasakan cinta di atas cinta. Karena dengan ketakwaan lah hati kita sebenarnya di kokohkan untuk tetap istiqomah dan teguh pada hati kita. Karena dengan ketakwaanlah cinta kita akan di bawa melebihi cinta yang paling indah di dunia yaitu cinta surga.  
"Inilah cinta yang hakiki. Cinta di atas pilar takwa"
Sungguh indah kata-kata ini menurut saya. Cinta di atas pilar Takwa, Cinta yang kita semanyam kan di hati kita karena Allah Ta'ala , Mencintaimu karena Allah Ta'ala, sungguh cinta inilah yang saya dambakan kelak. Cinta yang mengatas namakan Allah, Tiada lebih besar cinta kita kepada Allah, sampai-sampai kita pun mencintai orang karena ibadah, karena cinta kita yang begitu dalam kepada Sang Pemilik Hati ini. Itulah arti cinta dan ketakwaan menurut saya, dua kata yang saling mengikat satu sama lain yang menlahirkan kata "abadi" sampai di surga kelak 
 "Cintaku kepadamu menjadi tidak berarti jika tidak melahirkan rasa takut pada Ilahi"
Kalimat ini lah yang membuat saya terkagum-kagum pada postingan mbak Idah kali ini. Intinya cintailah seseorang karena Allah dan jadikan cintamu itu sebagai ibadah yang melahirkan rasa takut dan rasa cinta yang lebih besar pada pencipta hati kita. 
"Biarkan cinta tetap bersemi, biarkan takwa selalu memberi arti, karena sesungguhnya aku ingin kita kelak tetap bisa bersama sampai meraih Surga-Nya"

Dan semoga kata-kata ini bisa di tanamkan pada pasangan saya kelak...
amin...

Review dari : http://idahceris.wordpress.com/2012/01/12/ketika-orang-yang-kita-cinta-tidak-bisa-kita-miliki/#more-322
Balon Give Away Langkah Catatanku
“Senyum Bersama Langkah Catatanku"



[GA] Miss Panda Lia - 2nd Give Away New Year 2013


heiii .. heii... yang merasa ratu kontes atau maniak kontes blog, ada info hangat menyejukkan hati nih dari blognya miss panda lia a.k.a mbak lia

Nah,kali ini mbak lia ngadain Give Away yang super duper membahana badai yang bertemakan "2nd Give Away in New Year 2013"  dimana GA kali ini mbak lia akan memberikan hadiah kepada 12 orang pemenang yang hadiahnya adalah brand-brand terkenal ~kyaaaaaa. Selain itu kontesnya mudah banget, cuma ngikutin syarat-syarat yang bisa di bilang tinggal klik-klik doang ...

Nah,berhubung saya maniak kontes blog juga,saya ngepost tentang Give Away nya mbak lia, smoga aja bisa menang dan dapat salah satu hadiah brand yang terkenal abis ^__~  ( *lirik etude house) ~kkkkk

Oh ya, Ini syarat mengikuti Give Awaynya atau kalau mau lebih jelas klik link "2nd Give Away" nya aja  :

contest blog
2nd Give Away 

Plus cantumin banner Give Away ini di blog kamu 

banner
banner give away

So, ayo pada ikutan ^__^ kesempatan menangnya besar loh.. 
Wish me luck and wish u luck too \(^__^)/

Senin, 10 Desember 2012

Mengukir Jejak di 2013, Menoreh Cerita di 2012


Intro

Kali ini aku mau ikutan Give Away yang di adakan oleh mbak Windi Teguh dengan tema yang keren abis dan malah membuat aku pengen berbagi mimpi-mimpi dan kesanku selama tahun 2012 ini. Aku paling senang kalau bisa berbagi mimpi dengan yang lainnya,berbagi cerita,berbagi kebahagiaan yang luar biasa selama aku menjalani kehidupan. Jujur saja,aku pemula dalam hal posting memposting cerita atau pengalaman/ilmu  di blog. Biasanya aku hanya memendam kebahagianku bersama teman-temanku saja. Namun ketika aku mengetahui dunia nge-blog itu seru, berbagi cerita dengan yang lain,kebahagiaanku serasa makin bertambah. Ya,aku selalu mencoba menjalani  kehidupan dengan selalu bersyukur dan selalu enjoy dengan kehidupanku walaupun sebenarnya banyak batu penghalang dan kesakitan yang pasti aku rasakan, tapi batu penghalang itu lah yang sebenarnya menemani hidupku menjadi terasa lebih indah. feel it!!! ^_^

Jujur saja,aku sangat bersemangat mengikuti Give Away kali ini. Banyak cerita yang ingin aku bagikan di tahun 2012 . Banyak hal yang aku goreskan selama 2012 ,banyak mimpi yang menjadi kenyataan dan malah lebih baik daripada yang aku impikan.

  • Menoreh Cerita di 2012
Jika di tanya tentang mimpi dan resolusiku di tahun 2012 mungkin banyak sekali,mungkin terlalu banyak dan tidak semua bisa terwujud dalam satu tahun saja. Hanya saja aku selalu percaya dengan mimpi-mimpi yang aku tuliskan  di dinding-dinding kamarku,step by step pasti bisa terwujud. Aku sudah sangat mempercayai, mimpi itu adalah sebuah kenyataan yang tertunda yang harus aku wujudkan. 

Sebagai seorang mahasiswi, mimpiku tak jauh dari hal pendidikan,aktivitas dan skill yang menunjang prestasiku. Aku ingin sekali membanggakan kedua orang tuaku selagi mereka ada di dunia yang indah ini. Salah satu mimpi sederhana yang terwujud